Menguatkan Partisipasi Semesta | Sudahkah Kita Menjadi Bagian dari Semesta?

Selamat Hardiknas 2026: Sudahkah Kita Menjadi Bagian dari Semesta?

    Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen untuk merefleksikan kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara merupakan adalah salah satu tokoh pendidikan nasional, sekaligus bapak pendidikan indonesia dan  pejuang  kemerdekaan,  yang  secara intens mengkritik praktik pendidikan dan memberikan kontribusi pemikiran pendidikan nasional  yang  selama  ini  ada di  Indonesia. Selain Trilogi pendidikan ( Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani) Ki   Hajar Dewantara   juga   mengajarkan   pentinya sistem   “Tri   Pusat   pendidikan“ yang   satu sama lain saling berkaitan yaitu pendidikan dalam  keluarga,  sekolah  dan  masyarakat. Ketiga  hal  ini  sangat  berpengaruh  dalam membentuk  watak  dan  kepribadian  anak.

    Tri pusat yang pertama adalah keluarga, Pendidikan Keluarga adalah pusat terpenting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang untuk pendidikan karakter dasar. Orang tua harus terlibat aktif dalam pengawasan belajar anak anak dan memberikan teladan perilaku sehari-hari. 

    Tri pusat yang kedua adalah Sekolah, Pendidikan Sekolah adalah Pusat pendidikan  Formal dimana seharusnya Guru tidak hanya mengajar (transfer ilmu), tetapi juga berperan sebagai pamong yang mendidik karakter. Menyediakan program sekolah yang melibatkan orang tua (seperti parenting atau pertemuan rutin). Menerapkan Trilogi pendidikan seperti menjadi teladan, memberi semangat, dan mendorong potensi siswa. 

    Tri pusat yang ketiga adalah Masyarakat, Pendidikan Masyarakat adalah pusat Pendidikan Sosial yakni Memanfaatkan lingkungan sosial sebagai ruang belajar melalui kegiatan sosial, komunitas, atau organisasi pemuda. Masyarakat diharapkan dapat menyediakan lingkungan yang kondusif, aman, dan edukatif bagi anak-anak. Ketiga pusat ini harus berhubungan seakrab-akrabnya untuk menciptakan pendidikan yang holistik dan inklusif.

    Sesuai dengan Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Partisipasi Semesta Mengandung arti bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya bertumpu pada guru di sekolah, tetapi juga melibatkan “Tri Pusat Pendidikan”: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Selain tu, Pemerintah juga berperan penting sebagai partisipasi semesta karena kebijakan yang dibuat akan sangat berdampak pada pelaksanaan pendidikan. Sudahkan kita menjadi bagian dari Semesta?.

    Di momen ini, kami mengajak semua elemen untuk berpartisipasi dan  berkolaborasi khususnya antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat. untuk bersama-sama mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Selaras dengan Tema Hardiknas tahun ini yakni Pendidikan Bermutu untuk Semua Menegaskan komitmen inklusivitas, di mana setiap siswa di SMPN 26 Gresik—tanpa memandang latar belakang—berhak mendapatkan akses pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

    Pada peringatan Hardiknas ini mengingatkan kami untuk kembali berefleksi dan terus berbenah. Menghadapi transformasi digital yang banyak berdampak pada karakter siswa, kita dituntut untuk lebih adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila di tengah gempuran globalisasi. Meski teknologi telah maju, penguatan karakter dan budi pekerti tetap menjadi fondasi yang tidak boleh goyah. Mari Bersinergi, bersama – sama kita wujudkan cita – cita pendidikan yang mulia.

Pendidikan adalah tiket menuju masa depan, hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya hari ini.” 

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026!